Tampilkan postingan dengan label Ilmu yang bermanfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu yang bermanfaat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 September 2012

Simpel dan Remeh, tapi Mampu Menyentuh Hati


Ramadhan kemarin, saya menjadi panitia pada sebuah acara ifthar bersama anak yatim. Acaranya cukup meriah, dan diadakan di kediaman Gubernur Jawa Barat --yang tenyata besar buanget. Tapi ternyata, saya telah mendapat pelajaran penting sejak sebelum acara dimulai.

Jadi, kediaman Pak Gubernur itu cukup besar untuk punya "masjid pribadi". Uniknya, masyarakat sekitar turut memakmurkan "masjid pribadi" tersebut, yang akhirnya menjelma menjadi sarana umum --saya nggak tau peraturan aslinya gimana, cuman saya sendiri baru liat ada orang shalat di dalem rumah orang lain. So, para panitia yang menginap disana pun turut ikut shalat shubuh berjamaah. Shalat shubuh yang spesial, karena Pak Gubernur sendiri yang mengimami, dengan bacaannya yang fasih. Ternyata Beliau sekeluarga memang rajin shalat shubuh bersama rakyat sekitar di masjid itu.

Dan benar saja, setelah shalat salah satu panitia bertemu dengan ibu Gubernur. Disinilah muncul rasa takjub saya pada ibu Gubernur. Saat melihat teman saya tersebut, beliau langsung menghampiri dan bertanya, "Maaf, adek siapa ya, koq ibu baru lihat adek shalat disini?".

Ternyata beliau hafal dengan seluruh jamaah di masjid itu! Saya sendiri tahu beberapa pejabat yang bahkan dengan pembantu di rumahnya sendiripun nggak kenal, tapi Ibu Gubernur ini bahkan hafal dengan "rakyat jelata" yang numpang shalat di masjidnya. Hal yang simpel, tapi ga semua orang bisa melakukannya. Saya jadi ingat peristiwa lain yang pernah saya alami sebelumnya.

Saat itu dalam sebuah pelatihan, para pembicara yang ngetop, termasuk beliau, berhasil menyedot banyak peserta --kurang lebih 900 orang termasuk saya. Tiba-tiba beliau yang kini sudah menjadi anggota legislatif itu menghampiri saya di saat Isoma.
“Subhanallah, Augie? Antum apa kabar? Sudah nikah belum?” Sapanya ramah.
Tinggal saya yang tergagap disapa oleh beliau.

Rasa takjub luar biasa, bagaimana seorang seperti beliau masih mengingat nama saya yang bukan siapa-siapa --meskipun pertanyaannya cukup bikin nyesek. Saya terus memikirkan kapan beliau mengenal saya. Dan setelah menguras seluruh memori akhirnya saya mengingat beliau pernah memberikan materi di masjid kampus saya. Kebetulan saat itu saya masih jadi ketua Lembaga Dakwah Kampus disana --sebelum di D.O. tentunya.

Hanya itu, ya hanya itu. Kok bisa ya?
Memang hanya hal yang simpel. Tapi saya yakin, ga semua orang bisa melakukannya. Termasuk saya sendiri, yang masih merasa sulit untuk mengingat nama murid, trainee, klien, atau "kenalan selintas" yang lainnya.

Ternyata sangat dahsyat dampak positif jika kita mampu mengingat orang lain, apalagi berikut namanya. Siapa pun! Entah ia seorang rekan bisnis, teman kantor, teman kuliah, dosen, pemilik warung langganan kita, office boy, tukang parkir, bahkan ojek langganan kita.

Siapa pun ia, jika kita mengenalnya, ia akan merasa dihargai lebih. Seperti apa yang dilakukan Hasan Al-Banna --pendiri Persaudaraan Muslim-- yang sanggup menyentuh sisi-sisi terdalam dan paling sensitif dari seseorang, yakni hatinya. Yang sanggup mengingat nama dan mengenal seorang ikhwan cuma karena ia menandatangani kartu keanggotaan jama’ahnya. Ikhwan itu pun terkejut dan tersentuh hatinya ketika Hasan Al-Banna yang baru pertama kali berkunjung ke daerahnya itu sanggup mengenalnya dari ribuan anggota jama’ah lainnya.

Maka hati adalah pintu untuk masuknya hidayah dan cahaya kebenaran. Hati adalah gerbang penentu penerimaan seseorang terhadap dirinya. Hati adalah segumpal buhul dari silaturahim. Maka dengan sentuhan hati dakwah ini menyebar ke segala penjuru mata angin.
Ternyata mengingat nama seseorang akan langsung menyentuh hati orang tersebut.

Semoga memberikan manfaat terutama bagi saya sendiri.

Jika apa yang akan saya kemukakan ini benar, berarti kebenaran itu semata-mata dari Allah dan hanya milik-Nya segala puji. Jika tidak demikian, maka hanya kebaikanlah yang sebenarnya saya inginkan. Kuasa Allah-lah dalam segala urusan, sebelum dan sesudahnya.

Augie Reyandha Giuliano
Bandung, 31 Agustus 2012

_______________________________
kontributor : Augie Reyandha Giuliano

Antara Cinta dan Obsesi


Beberapa hari yang lalu ada seorang kawan bertanya, "Gie, apa bedanya cinta dan obsesi?"

Kalau menurut KBBI, definisinya adalah:

cinta /cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar; 2 kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan); 3 ingin sekali; berharap sekali; rindu; 4 kl susah hati (khawatir); risau.

obsesi /ob·se·si/ /obsési/ n Psi gangguan jiwa berupa pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan.

Berbeda? Jelas, sangat berbeda.
Menjawab pertanyaan? Tentu tidak.

Karena pada kenyataanya, cinta dan obsesi jauh lebih sulit dibedakan.

Saat kita terpesona melihatnya, kagum menatapnya, begitu hebat, keren, terlihat berbeda, cantik, gagah, dan bla-bla-bla. Apakah itu cinta? Kalau disesuaikan dengan definisi, iya.
Tapi jika demikian cinta tak lebih seperti pengidolaan, keterpesonaan. Apa bedanya dengan obsesi? Seperti para remaja putri yang terobsesi dengan Boyband idolanya.

Perasaan saat kita sedang sendiri, kesepian, dalam masalah, membutuhkan teman, lantas teringat dengan seseorang, berharap banyak dia akan membantu, atau setidaknya mengusir sedikit gundah-gulana. Apakah itu cinta? Tentu saja, silahkan saja bandingkan dengan definisi KBBI nomor 3, ingin sekali; berharap sekali; rindu.
Lantas apa bedanya dengan obsesi? Pikiran yang mengganggu hanya bisa hilang setelah mendapatkan apa yang kita inginkan.

Saat kita ingin selalu bersamanya, selalu ingin didekatnya, selalu ingin melihat wajahnya, senyumnya, nyengirnya, bahkan gerakan tangan, gesture, bla-bla-bla. Ingin mendengar suaranya (meski suaranya fals), tawanya (walau tawanya cempreng), dll. Apakah itu cinta? Bisa saja, bagaimana mungkin bukan cinta?
Lantas apa bedanya dengan obsesi? Bahkan obsesi ini mulai menjadi penyakit berkepanjangan, si penderita mulai mengalami ketergantungan dengan seseorang tersebut.

Saat kita tergila-gila, selalu ingat dengannya, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, berpikir jangan-jangan kita kehilangan akal sehat. Apakah itu disebut cinta? Orang bilang itu cinta.
Namun, jelas-jelas itu sama saja dengan obsesi, bahkan lebih parah, cinta tak lebih dari symptom penyakit psikis.

Jadi, apa bedanya?


Mungkin, membedakannya akan mudah, apabila kita telah mengerti, apa itu cinta. Dan saya tidak akan menyimpulkannya dalam tulisan ini, karena butuh penjelasan yang panjang hingga kita sama-sama saling mengerti, karena kata cinta itu sendiri bermakna berbeda bagi setiap insan. Apakah cinta itu?  Apakah cinta itu selalu 'suci'? Seperti kisah-kisah klasik, sang lutung yang mencintai putri, putri cantik yang mencintai makhluk buruk rupa, sampai Romeo yang mati bersama Juliet.  Ataukah cinta itu sebenarnya hanyalah argumen, pembenaran, dan ketidakberdayaan kita mengendalikan sesuatu, obsesi kita?

Maka, perlu sekali belajar dari sekitar, mendengarkan cerita orang-orang di sekitar, mengamati kelakuan orang yang 'katanya' sedang jatuh cinta. Jangan tanya ke orangnya, tapi tanyalah ke teman dekat orang yang jatuh cinta tersebut, karena biasanya kalau ada yang sedang jatuh cinta, yang sering jadi sansak curhat, ikutan sibuk, kadang sebal, yang tahu banyak justru temannya.

Sekali-kali, kumpulkan pertanyaan seperti: Apa itu cinta? Seperti apa bentuknya? Bagaimana bisa kita memilikinya? Tidak tahu jawabannya juga tidak apa, dengan terus rajin-rajin memperhatikan sekitar, maka kita menghadirkan akal sehat dan rasionalitas dalam memahami urusan ini, dan boleh jadi punya versi yang lebih baik jawabannya.

Terakhir, pernah dengar kalimat 'membolak-balikkan hati'? Ada banyak sekali kejadian, pagi ini kita cinta sekali dengan seseorang, nanti malam kita sudah amat benci padanya. Malam ini kita benci sekali dengan seseorang, besok pagi kita sudah cinta berat padanya. Karena ketahuilah, 'membolak-balikkan hati' adalah urusan Tuhan, sebagaimana Tuhan juga yang mampu meneguhkannya. Silahkan refleksikan kalimat ini, dengan seluruh kisah perasaan kita selama ini.

Yang membaca tulisan ini, bisa jadi semakin bertanya-tanya, namun bisa jadi mendapatkan jawabannya sendiri, saya harap sih begitu.

Bandung, 24 Agustus 2012.
Augie Reyandha Giuliano

_________________________
Kontributor : Augie Reyandha G.

Minggu, 24 Juni 2012

LADY GAGAL DEBATE!

Huhaaaah. Assalamualaikum temen temen yang senantiasa ada dalam lindungan Allah??? semoga semuanya dalam kedaan sehat terus dan bahagia yaaaa. naaah, kita mau share nih, kemaren tepatnya tanggal 22 Juni 2012 KRIMA ngadain Debat Seru tentang kedatangan Lady Gaga ke Indonesia yang batal. Wah. seru banget nih temen temen, soalnya bukan kita liat dari hasilnya yang bener atau engga tapi cara kita belajar untuk mengemukakan pendapat di depan orang banyak juga memegang argumen kita sekuat mungkin dengan menambahkan argumen argumen lain.
kita mulai dengan membaca Asmaul Husna dulu bareng bareng. dan ada kejadian lucu kaena kang Syawal tercengang dan berkeringat ngeliat yang lainnya baca Asmaul Husna. Alhamdulillah. semoga kang Syawal bisa nyusul ngapalin:) nah oke setelah itu Kumpulnya dilanjutin dengan Debat itu tadi, kang Syawal yang jadi MC dan dilajutin sama om Maki sebagai moderator debat kali ini.
ada group PRO : teh Ina, teh Debi, teh Hanny, kang Farid, kang Reza, dan teh Fya
sedangkan group KONTRA : teh Diba, kang Syawal, dan kang Wisnu
walaupun group KONTRA agak sedikit kurang sumber daya, tapi kelompok KONTRA sudah berusaha semaksimal mungkin dengan mengeluarkan pendapat pendapat mereka yang mendukung, sayangnya saat debat berlangsung group KONTRA nampak kewalahan dengan sanggahan sanggahan dari group PRO.
group PRO cenderung lebih percaya diri dengan membantai habis habisan group PRO.
Pokoknya seru banget deh!! belum lagi selingan selingan kocak dari anak anak KRIMA yang bikin ngakak :) hayooo ikut Kumpul kawaaan!!!


Diba Zafirah Hariwijaya
- diba_zaa@yahoo.com
- @dibazafirah

Rabu, 18 Mei 2011

Ramdhan yeeee

Asw.
KRIMA apa kabaaar ?
sekarang udah bulan mei. beberapa bulan lagi kita akan segera menyambut Bulan Suci Ramadhan nih, gimana persiapan kalian semua ?
mau sedikit share aja tentang Ramadhan.
Ramadan atau Ramadhan (dalam bahasa Arab:رمضان) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Al-Quran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al-Quran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:
"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."

Puasa Ramadan

Selama bulan Ramadan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari Raya. Fithri berasal dari kata fathara artinya 'memecah, mengakhiri". Ied al-Fithri artinya Hari Raya Mengakhiri Puasa (Ramadan). Hari terakhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api. Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Salat tarawih

Pada malam harinya, tepatnya setelah salat isya, para penganut agama Islam melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan salat tarawih. Salat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadan. Salat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama'ah di masjid-masjid. Terkadang sebelum pelaksanaan salat tarawih pada tepat-tempat tertentu, diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama'ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan.

Turunnya Al-Quran

Pada bulan ini di Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan, (terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti turunnya Al-Quran untuk pertama kalinya[2]) diperingati juga sebagai hari turunnya ayat Al-Quran (Nuzulul Qur'an) untuk pertama kalinya oleh sebagian muslim. Pada peristiwa tersebut surat Al Alaq ayat 1 sampai 5 diturunkan pada saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira. Peringatan peristiwa ini biasanya dilakukan dengan acara ceramah di masjid-masjid. Tetapi peringatan ini di anggap bid'ah, karena Rasulullah tidak mengajarkan, Awal di peringati di Indonesia, ketika Presiden Soekarno mendapat saran dari Hamka untuk memperingati setiap Nuzulul Qur'an, karena bertepatan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia, sebagai rasa Syukur kemerdekaan Indonesia.

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Malam ini dikatakan dalam Al-Quran pada surat Al-Qadar, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Sebagian muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sembari beribadah sepanjang malam.[3]

 Umrah

Ibadah umrah jika dilakukan pada bulan ini mempunyai nilai dan pahala yang lebih bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Dalam Hadits dikatakan "Umrah di bulan Romadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku." (HR: Bukhari dan Muslim).[4]

 Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya salat Idul Fitri. Setiap individu muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat jenis ini. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan per individu adalah satu sha' makanan pokok di daerah bersangkutan. Jumlah ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.

 Idul Fitri

Akhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api. Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan. (wikipedia)
yaaah, mungkin cuman segitu yang bisa dibagi, semoga aja artikelnya bermanfaat buat temen temen semua yaaaaa. ayo sambut ramadhan dengan ceria !!

Selasa, 01 Februari 2011

TPI

Apa kira-kira jawaban atau imajinasi anak-anak kita yang lahir pada periode 90-an jika ditanyakan kepada mereka, apa itu TPI? Pasti jawabannya bukan Televisi Pendidikan Indonesia, melainkan Televisi Paling Indonesia. Lebih jauh lagi jika ditanya program apa yang mereka tonton di TPI? Dengan mudah pasti mereka akan menjawab kontes dangdut Indonesia, film mistik, dan sama sekali tak akan ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Tetapi jika pertanyaan ini diberikan kepada kita, pastilah kita tahu persis bahwa kehadiran TPI pada tahun 90-an dimaksudkan oleh mendiang Soeharto sebagai televisi yang bertujuan untuk menyiarkan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan.
Bagi para penikmat siara TPI di awal mulanya, meski hanya meminjam saluran TVRI dan hanya tayang cuma 2-4 jam perhari, program TPI memang dikemas untuk memberikan penyiaran pendidikan. Bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, TPI menyiarkan materi pelajaran pendidikan untuk tingkat menengah. Ada juga mereka membeli hak siar program playschool, word world, underbelly dan world news dari ABC. Tetapi setelah tahun 1991, secara perlahan namun pasti mereka mengurangi misi edukatif, dengan menyiarkan juga acara-acara lain seperti kuis-kuis dan sinetron sebagai selingan.
Kemana kemudian dan siapa yang punya andil mengubah orientasi edukatif TPI menjadi televisi hiburan yang bahkan saat ini program-program mereka bahkan paradoks dengan misi mulia tersebut? Mampukan pemerintah kita memiliki televisi yang benar-benar keluar dari urusan bisnis dan rating, dan fokus pada penyiaran-penyiaran seputar pengelolaan manajemen kelas, guru efektif, manajemen sekolah, dan sebagainya? Inilah salah satu tantangan dunia pendidikan kita, selain ketidakmampuan birokrasi dan ketidakberdayaan masyarakat adalah pesatnya arus informasi melalui mass media seperti televisi dan internet yang menawarkan gaya hidup (life style) dan budaya popular.
Keduanya menyediakan peluang sekaligus tantangan bagi masa depan dunia pendidikan kita, baik berupa pengaruh terhadap proses belajar mengajar di kelas maupun pola asuh orangtua di rumah (Gupta, 2000). Dampak dari globalisasi melalui tuntutan gaya hidup dan budaya popular ini juga merambah kehidupan politik, ekonomi, dan kesehatan masyarakat, sehingga terbentuk image di dalam masyarakat kita bahwa Indonesia secara terang-terangan sedang tenggelam dalam proses “egosentrisme barat” yang sangat tak bisa dihindari dan membuat tradisi budaya lokal mengalami erosi dan kegelisahan. (Lemish, Drotner, 1998.)
Seperti diketahui pendidikan merupakan sebuah cara paling kuat untuk mengubah struktur budaya masyarakat. Dan pendidikan massal melalui media massa seperti TV, internet, dan surat kabar/majalah merupakan bentuk lain dari transplantasi budaya, di mana proses inflitrasi budaya satu ke budaya lainnya berlangsung secara intensif dan dapat menyebabkan terjadinya penghapusan budaya (cultural genocide) secara perlahan-lahan (Nandy: 2000).
Ketika zaman televisi masih dimonopoli oleh TVRI, mungkin peran pendidik (guru dan orangtua) tak terlalu berat dan melelahkan. Di samping jenis tayangan yang memang masih terbatas, tetapi bentuk tayangan juga masih mempertimbangkan aspek budaya loka masing-masing daerah di Indonesia. Tayangan Si Unyil, drama Losmen, serial Aku Cinta Indonesia (ACI) begitu digemari dan menjadi rujukan para guru dan orangtua. Program TPI yang disebutkan di atas pun, pada saat itu, sangat bermanfaat dan beberapa sekolah secara menyengaja membeli televisi hanya untuk melihat siaran-siaran berbasis pendidikan dan kehidupan budaya masyarakat secara langsung.
Sebagai bangsa yang menghargai nilai-nilai kebersamaan dan kegotong-royongan dalam masyarakat, bentuk tayangan yang tersaji di depan kita saat ini sangat mengganggu perkembangan kepribadian anak. Selain televisi, patut juga diperhatikan regulasi tayangan dalam bentuk permainan (games) yang merambah hingga ke telepon seluler. Jenis pendidikan massal seperti ini pasti akan meningkatkan “egoisme” siswa secara negatif dan menjurus ke individualisme. Pada akhirnya individualisme anak akan berakibat serius pada keterpecahan keluarga dan struktur sosial, sehingga pada akhirnya akan meruntuhkan akar-akar budaya lokal yang solid dan alami. Dapat dibayangkan betapa berat dan sulitnya para guru untuk berlomba kreativitas dengan tayangan elektronik ini.

Ditulis oleh Ahmad Baedowi

Augie Reyandha Giuliano
Ketua Umum KRIMA - Margahayu Raya, Bandung
Ketua Umum DKM Jundullah - Politeknik Komputer Niaga LPKIA
kaki.lan9it@gmail.com

Selasa, 04 Januari 2011

Jangan Jadi SUPERMAN!

Di dunia kerja yang super kompetitif seperti sekarang ini, masih banyak pemimpin yang merasa dia mampu mengerjakan semuanya, dari A sampai Z. Mereka ingin semua pekerjaan harus melalui dirinya sebelum boleh dieksekusi. Mereka merasa kalau ada pekerjaan yang tidak ‘lewat’ dia dan dieksekusi, pasti hasilnya tidak sempurna, pasti ada yang salah. Dan,...siap-siap untuk si yang berani mengeksekusi tanpa meminta pendapat atau approval-nya, akan kena teguran; siap-siap kena marah. Apa yang saya tuliskan ini terjadi di banyak perusahaan. Bekerja di perusahaan yang seperti ini tidak memberikan rasa kerja yang nyaman. Biasanya, karyawan akan bertahan kerja di sana hanya karena (1) dia suka dengan brand yang dia kerjakan, atau karena  (2) dia belum mendapatkan kesempatan lain, dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja karena harus menghidupi dirinya dan keluarganya.
Nah, karena mereka bekerja tidak dengan sepenuh hati, maka sudah dapat dipastikan kalau perusahaannya memiliki ‘rapor merah’ alias tidak perform. Kalaupun perusahaannya mampu membukukan keuntungan, hasilnya pasti tidak maksimal; karena bagaimanapun juga, perusahaan yang dikelola oleh karyawan-karyawan yang memiliki totalitas terhadap perusahaan akan selalu lebih baik kinerja dan hasilnya jika dibandingkan dengan perusahaan yang ditempati oleh orang-orang yang hanya kerja untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.
Lalu, apa hubungan judul artikel ini “Jangan Jadi SUPERMAN” dengan apa yang telah saya kemukakan di atas? Jelas, si Boss yang merasa dirinya mampu mengerjakan semuanya merasa dirinya adalah Superman. Dia tidak sadar bahwa sesungguhnya, di dunia kerja yang nyata ini, tidak ada Superman...karena Superman hanya ada di komik (dan film)!
Ingat, Boss yang seperti ini bisa memiliki pemikiran dan berlaku seperti ini pasti ada sebabnya. Biasanya, karena untuk sekian lama karyawan-karyawannya tidak mampu untuk bekerja sesuai dengan ekspektasinya si Boss. Berulang kali dikasih tahu harus begini, harus begitu, hasilnya masih saja tidak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh si Boss. Singkatnya, si Boss belum memiliki kepercayaan yang cukup untuk melepaskan tanggng jawab kepada karyawan-karyawannya. Tapi pertanyaannya, “Mau sampai kapan?”
Di dalam dunia kerja, ini yang seringkali disebut micro-managing. Perlu saya tekankan bahwa menjadi orang yang detail oriented itu bagus. Di buku “Young On Top”, saya bilang bahwa adalah pemikiran yang salah apabila seseorang berpikir, “Semakin tinggi posisi yang dia jabat, semakin tidak perlu untuk berorientasi terhadap hal-hal yang detail”. Tapi, kita harus tahu bahwa orang yang berorientasi terhadap detail sangat berbeda dengan orang yang micro-managing.
Perbedaannya kira-kira demikian: Orang yang detail oriented adalah orang yang mengetahui ‘seluruh’ detail yang ada, namun dia tidak mengerjakan, mengontrol pengeksekusiannya ‘setiap detik’ dari A sampai Z seperti yang biasanya dilakukan oleh orang yang micro-managing.
Mereka yang merasa ‘Superman di dunia kerja’ cenderung adalah orang yang perfectionist. Dulu orang bangga apabila dirinya perfectionist karena dengan kata lain, mereka akan selalu melakukan segala sesuatunya se-‘perfect’ mungkin. Padahal, karakter ini adalah karakter yang negatif, bukan karakter positif yang bisa membawa seseorang menjadi sukses. Bagaimana tidak? Orang yang mau semuanya sempurna pasti akan stress kerjanya. Kenapa? Karena tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna. Saya setuju apabila setiap orang harus bermimpi dan berpikir besar, tapi kita juga harus memiliki toleransi untuk pencapaian yang tidak maksimal. Bukan berarti kalau hasilnya tidak maksimal “It’s OK”, tapi juga bukan berarti ketika tidak tercapai 100%, lalu marah-marah, menegur, pointing fingers ke karyawan!
Kalau selama ini kamu adalah ‘Superman di dunia kerja’, cobalah untuk belajar yang namanya empowerment,...delegation. Mau sampai kapan kamu  kerja dengan stress? Biasanya, 24 jam per hari rasanya tidak cukup untuk para ‘Superman’. Mau sampai kapan kamu ‘nyuapin’ timmu setiap hari?
Daripada jadi Superman, tokoh komik yang sesungguhnya tidak hebat kalau adanya di dunia kerja yang nyata ini, lebih baik jadi seorang Coach. Kenapa? Karena kerjaan seorang coach tidak lain adalah memberikan pelatihan agar timnya bisa menjadi lebih baik. Ketika timnya sudah sedikit lebih baik, dia akan berikan kepercayaan agar timnya berlatih lebih banyak lagi dengan ‘melepasnya’. Biarkan dirinya sebagai seorang coach untuk berani memberikan kesempatan untuk timnya melakukan kesalahan-kesalahan dari waktu ke waktu. Dia cukup memantaunya dari ‘pinggir lapangan’ dengan sekali-kali memberikan masukan ke timnya yang ada di dalam lapangan. Dan,...dia tidak perlu (tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada) lari ke dalam lapangan untuk menggolkan ke gawang lawan!
Kalau kamu mau memiliki “THE WINNING TEAM”, stop jadi Superman,...gimana caranya? Berikan clear guideline, ajak timmu di dalam proses perencanaan sehingga mereka akan memiliki sense of belonging yang tinggi, dan biarkan mereka mengimplementasikan rencana-rencana tersebut dengan caranya sendiri. Yes, biarkan kreatifitas mereka berkembang! Kamu cukup memantaunya. Berikan pujian apabila mereka melakukannya dengan baik, berikan saran apabila mereka mulai melenceng dari target yang telah disepakati bersama. Good luck!

Originaly Writed by Billy Boen

Augie Reyandha Giuliano
Ketua Umum KRIMA - Margahayu Raya, Bandung
Ketua Umum DKM Jundullah - Politeknik Komputer Niaga LPKIA
kaki.lan9it@gmail.com

Jumat, 10 Desember 2010

Dua Waktu Tidur Yang Dilarang Rasul

Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.

Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan.
1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh
Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :
“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).
2. Tidur Sebelum Shalat Isya’
Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).
Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”
Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.” (sa/berbagaisumber)
Sumber: www.radiopengajian.com

Rabu, 01 Desember 2010

Pilih Hormat?

Kebanyakan dari kita, selalu diajari oleh orang tua, guru, ustadz, dan lingkungan kita untuk tidak pilih kasih. Adil, alias tidak pilih kasih memang penting, namun ada hal lain yang sama pentingnya untuk di instropeksi. Yaitu pilih hormat. Maksudnya? Silahkan saja baca...

 Dari kecil, kita sebagai ‘Orang Timur’ diajarkan untuk selalu menghormati orang yang lebih tua dari kita. Kalau berbicara kepada mereka harus  dengan sapaan ‘Pak’, ‘Bu’, ‘Om’, ‘Tante’, ‘Pakde’, ‘Bude’, ‘Kakek’, ‘Nenek’, ‘Ayah’, ‘Bunda’, ‘Kakak’, ‘Mbak’, dan sebagainya. Di sekolah, kuliah, hingga di tempat kerja pun kita akhirnya terbiasa untuk menghormati orang yang lebih tua dari kita. Kemudian kita belajar satu hal lagi, yaitu untuk menghormati mereka yang secara structural berada levelnya di atas kita, atasan kita, senior kita, ataupun pemimpin kita.

Saya yakin kita semua mampu untuk bisa menghormati mereka yang lebih tua dan lebih senior secara level. Tapi, apakah kita juga sanggup untuk menghormati mereka yang lebih muda dan secara struktur organisasi berada sejajar atau bahkan di bawah kita? Pilih hormat sering kali terjadi pada mereka yang hanya sanggup untuk menghormati orang yang lebih tua, dan yang berada lebih tinggi daripada dirinya di struktur organisasi.
Sesungguhnya, seorang pemimpin adalah seseorang yang selain mampu memberikan arahan yang jelas dan memimpin timnya mencapai apa yang sudah ditargetkan diawal, dia juga adalah seseorang yang mampu menghormati seluruh anggota timnya.

Kita pasti sudah pernah mendengar pepatah kuno yang mengatakan, “Hormatilah orang lain seperti halnya kamu ingin dihormati oleh orang lain.” Pepatah ini masih berlaku hinggu sekarang. Bagaimana anda mau mendapatkan hormat dari tim anda, bawahan anda, teman-teman anda, kalau anda sendiri tidak menghormati mereka, dan anda tidak mendengarkan pendapat mereka?

Sejak dari kecil, saya diajarkan oleh orang tua saya untuk selalu baik terhadap semua orang, terutama kepada mereka yang bernasib kurang seberuntung saya. Semenjak kecil saya diharuskan untuk selalu bilang “Terima kasih” kepada pembantu di rumah. Didikan inilah yang membuat saya sampai detik ini selalu bilang “Terima kasih” kepada supir angkot, supir becak, tukang gorengan, pengisi bensin dan tukang parkir di mall. 

Selain karena kebiasaan sejak kecil, saya selalu bilang “Terima kasih” kepada tukang parkir di mall karena saya sadar bahwa mereka sesungguhnya mungkin tidak ingin bekerja sebagai tukang parkir. Tapi mereka tetap melakukannya, dan tetap tersenyum dan mengucapkan, “Terima kasih” ketika memberikan bukti tanda bayar parkir beserta uang kembalian kita. Saya selalu berpikir, “Apa sih susahnya untuk bilang ‘Terima kasih’ sambil senyum balik ke mereka sehingga mereka juga berasa dihormati?” Hal yang sangat mudah untuk dilakukan, tapi sering dilupakan atau bahkan dihiraukan oleh kebanyakan orang.
Bahkan Rasulullah menganjurkan untuk mengajak makan bersama pembantu di rumah kita sebagai penghargaan dan penghormatan atas jasa-jasanya.

Sabda Rasulullah S.A.W.:
Dari Abu Hurairah R.A.: Nabi Muhammad S.A.W. bersabda,“Bila pelayan kalian datang membawakan makanan, biarkan ia duduk dan makan bersama kalian makan, bila tidak, setidaknya bawakan satu dua bagian untuknya, karea ia telah merasakan panas(saat memasaknya) dan bekerja keras untuk memasaknya dengan baik.”
(Shahih Al-Bukhari No.5460)

Percaya deh, kalau kita sudah berhasil membiasakan untuk melakukan hal ini, untuk bisa menghormati  orang-orang yang levelnya sejajar dengan kita atau yang ada di bawah kita, akan menjadi sangat mudah. Dan alhasil kita juga akan jadi lebih mudah untuk dihargai dan dihormati orang lain. Semoga akan semakin banyak pemimpin yang humble, yang mampu untuk menghormati semua orang, tanpa pilih hormat!

Augie Reyandha Giuliano
Ketua Umum KRIMA - Margahayu Raya, Bandung
Ketua Umum DKM Jundullah - Politeknik Komputer Niaga LPKIA
kaki.lan9it@gmail.com

Kamis, 16 September 2010

Cara meningkatkan kinerja otak + Menghafal dengan mudah

Assalamualaikum! Apa kabar kawan-kawan semua?
Ada tips dan trik baru nih kawan, selamat membaca ya!
--

Apakah kawan-kawan semua suka merasa (setidaknya pernah ;)) otaknya kepenuhan saat balajar atau menghafal? bahkan ada yang pusing sampai-sampai keblinger dan pingsan (waduh lebaay)?
Sebenarnya otak kawan ngga penuh loh... coba bayangin, dalam otak kawan sebenarnya ada sekitar 1 triliun sel otak dengan kapasitas yang luar biasa... dan jika otak memerlukan sel baru untuk menyimpan informasi, dendrit (yang kayak akar itu loh..., nanti ada gambarnya di bawah..) akan membuat percabangan baru, dan disitulah informasi akan disimpan... Semakin banyak menghafal, semakin banyak dendrit tumbuh. Dan semakin banyak dendrit tumbuh maka semakin sehat otak kita.
Gambar sel otak
Eh kawan, sebenarnya otak punya 3 bagian loh... Ada bagian otak kiri, otak kanan dan otak kecil. Khusus otak kecil (karena ga ada keterangannya di gambar, hoho...) fungsinya mengendalikan refleks, seperti kerja pencernaan, bernafas, dll

Pembagian fungsi otak kiri dan kanan

Dijelasinnya sampai sini dulu ya, kalau ada yang mau ditanyain lagi atau kurang jelas bisa tulis di komentar ya.. ;))

Lanjut ke tips meningkatkan kerja otak... Kawan-kawan bisa melakukan hal-hal dibawah ini supaya otak kawan-kawan bisa lebih cepat berpikir dan mudah menghafal ;D

  • Pertama, JANGAN STRES KAWAN! Di saat stres, dendrit di otak kita banyak yang mati dan menjadi susah untuk tumbuh dendrit baru loh (makanya banyak orang yang stres menjadi gila, karena dendritnya sangat sedikit jadi sangat sulit berpikir, walaupun hanya berpikir yang simpel).. Dan juga menggangu kerja Hipokampus. Saat stres, hipokampus menciut dan dampaknya adalah menjadi susah belajar dan mengingat (makanya kalau pas lagi sekolah, kawan di suruh maju ke depan dan lagi deg-degan, di depan suka nge-blank [istilahna mah], ya kan? ya dong? hihi). Sebaliknya, jika kita dalam keadaan senang, Hipokampus akan berkembang dan menjadi lebih mudah mengingat. Makanya, kita harus belajar dalam suasana yang menyenangkan, penuh canda dan tawa (tapi jangan ketawa sendiri ok? ntar disangka gila lagi... hihi)..
  • Kedua, berpikir kreatif dan tidak berurutan! Karena kreatif dan acak-adut merupakan sifat otak kanan, yang memiliki memori jangka panjang (long-term memory). Coba hafalkan ini: sapi, lapangan, traktor, TV, api, selembar, peri, gosong, gaun, rumah  dalam waktu 10 detik! ~~~Nah sekarang coba hafalkan dengan cara lain, seperti ini : sapi main bola di lapangan, bolanya kelindas traktor, beritanya masuk TV, gak lama TVnya ngeluarin api dan membakar selembar uang seribu. Tidak lama datang peri menyelamatkan uang itu. Malang, peri itu gosong karena gaunnya kena api. Akhirnya rumah terbakar. Lebih mudah hafal yang mana? Ohya kawan, dan jangan lupa menghafal dengan warna warna ya...
  • Konsumsilah makanan bergizi dan bervitamin! Karena nutrisi sangat mempengaruhi otak loh... Perbanyaklah makanan bergizi, terutama yang memiliki kandungan Omega-3 dan DHA yang tinggi (biasanya minyak ikan), dan KURANGI kosumsi Omega-6 dan Vetsin. Kenapa? Karena kedua zat itu bisa membuat dendrit di otak kita (istilahnya) terbakar. Semakin sering dan banyak kita mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut, semakin banyak dendrit yang terbakar. Fast Food, K**, M*Do****'*, dll. adalah contoh makanan yang mengandung banyak Omega-6. Dan yang terpenting, perbanyak makan buah dan perbanyak minum, karena hampir sekitar (kalau ga salah ya...) 75% otak kita terdiri dari air.

  • Ketiga, gunakanlah Emosi! Otak kanan sangat dipengaruhi oleh emosi, begitu pula dengan hipokampus. Oleh karena itulah mengapa kita lebih cepat menghafal novel daripada buku pelajaran. karena saat kita membaca novel secara tidak langsung (atau mungkin langsung) kita melibatkan emosi. Tapi gunakan emosi yang positif ya!
  • Selanjutnya, Rajinlah Membaca! karena membaca juga akan memperbanyak dendrit yang ada di otak kita loh..
  • Membuat catatan / diary. Menulis juga akan memperbanyak dendrit di otak kita sekaligus melatih daya imajinasi dan kreatifitas kita...
  • Pelajari dan lakukan hal yang baru. Seperti yang udah disebutkan, dendrit akan berkembang saat kita menerima hal yang baru. Dan tentunya harus menarik!
  • Pulang dan pergilah dengan jalur berbeda.

  • Untuk mempermudah mengingat nomor, buatlah lagu dari angka-angka yang ada pada nomor tersebut. Dan untuk nama, ingatlah ciri khas pemilik nama tersebut.
Sekian dulu ya kawan, Insyaallah lain waktu akan aku update lagi!
Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan!

Sampai bertemu lain waktu!!! Tetap buka blog ini ya! Assalamualaikum!

Minggu, 12 September 2010

Ini Logo Kita!

Logo adalah kata yang tidak asing lagi terdengar. Setiap organisasi, perusahaan, sekolahan sampai pemerintahan punya logonya masing-masing. Lalu apa itu logo? Kenapa semuanya seperti harus mempunyai logo? …..
Logo berasal dari bahasa yunani logos, yang berarti kata, pikiran, pembicaraan, akal budi. Pada awalnya, kata logo ngga populer, justru kata logotype lah yang populer. Istilah tersebut pertama kali muncul pada rentan taun 1810 – 1840, yang diartikan: tulisan nama entitas[1] yang didesain khusus, Berikut beberapa contoh Logotype
Contoh Logo type:

Lalu, istilah logo baru dipakai pada taun 1937. Logo merupakan penyingkatan dari logotype. Tapi bedanya, logotype hanya terdiri dari elemen tulisan aja, sedangkan logo bias terdiri dari berbagai elemen: tulisan, gambar, ilustrasi, dll.
Contoh Logo:
 Salah satu fungsi logo adalah sebagai gambaran identitas. Maksudnya, dengan logo, sebuah organisasi, lembaga, atau perusahaan menampilkan siapa dirinya. Oleh karena itu, semua elemen yang ada dalam logo (tulisan, gambar, warna, dll) pasti punya arti. Dan semuanya disesuaikan dengan karakter, tujuan, nilai yang dianut oleh organisasi ato lembaga pemilik logo. Yaa..mirip dengan manusia. Tingkah lakunya, cara ucapnya, dan dandanannya menjadi identitas diri yang mengungkap siapa dirinya.

KRIMA sebagai sebuah organisasi remaja masjid juga punya logo. Ga jelas kpn KRIMA mulai punya logo.tapi, klo ga salah sekitar taun 2006 an, logo KRIMA baru tercipta. Sesuai dgn fungsi logo yaitu sebagai identitas diri, logo KRIMA punya arti sendiri yang tentunya melambangkan semangat, nilai, dan tujuan yang diingin di capai KRIMA.

Temen-temen, di bawah ini adalah arti dari logo KRIMA:

Bentuk dasar lingkaran mempunyai arti dinamis, bergerak, tak terputus, sempurna, kesatuan dapat diandalkan. Maksudnya KRIMA adalah sekelompok remaja masjid yang selalu dinamis, aktif bergerak, dan memiliki ikatan silaturahmi yang kuat.

Warna hitam berarti kecerdasan. Maksudnya, remaja muslim yang tergabung dalam KRIMA adalah remaja muslim yang cerdas.
Warna merah berarti kuat, energi, berani, cinta, gembira. Maksudnya adalah KRIMA adalah sekelompok remaja muslim yang kuat, pemberani, berenergi, dan senantiasa bergembira dan penuh kecintaan terhadap sesama dalam menjalani kehidupan.

Lingkaran merah bertuliskan “Allah, Rasul, Muhammad”. Maksudnya jantung dari KRIMA adalah kecintaan terhadap Allah dan Muhammad Rasulullah Saw.

Kubah di dalam lingkaran dengan garis berwarna merah. Maksudnya adalah yang menjadikan remaja muslim bersatu dalam KRIMA adalah keterpautan terhadap masjid.

Huruf K di tengah lingkaran adalah inisial organisasi yang dicintai. Selain itu, bentuk K ini adalah penggabungan dari bentuk huruf Alif dan pedang. Alif adalah huruf pertama dalam susunan huruf hijaiyyah, berarti KRIMA haruslah menjadi organisasi remaja masjid yang terdepan. Sedangkan pedang merupakan simbol jihad. Bukan berarti anggota KRIMA harus mengangkat pedang untuk berjihad. Tapi maksudnya, apa saja aktivitas yang dilakukan di KRIMA harus dimaknai sebagai jihad dalam agama.

Tulisan KELUARGA REMAJA MASJID AL MUHAJIRIN dengan huruf kapital dan berwarna merah adalah penegasan bahwa organisasi remaja muslim yang dinamis, berani, kuat, dan cerdas ini adalah Keluarga Remaja Masjid Al-Muhajirin (KRIMA)

May Allah and Rasul Bless us!

Wae 120910


[1] Entitas tuh…” sebuah objek yang keberadaannya dapat dibedakan terhadap objek lain”
Entitas dapat berupa orang, benda, tempat, kejadian, konsep Contoh:
§  Orang: MAHASISWA, DOSEN, PEMASOK, PENJUAL
§  Benda: MOBIL, MESIN, RUANGAN
§  Tempat: NEGARA, DESA, KAMPUNG
§  Kejadian: PENJUALAN, REGISTRASI
§  Konsep: REKENING, KURSUS

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIIM...Mulai Menjalankan program baruuu