Kamis, 06 September 2012

Proposal Bernama Niat Baik

Siapa sih yang ga pingin jadi orang kaya? Sekalipun banyak orang bilang mereka lebih senang miskin, saya yakin, kalau dikasih duit satu miliar gratis sih bakal mau-mau aja. Kalau masih ngerasa ga pernah pingin kaya, ya sah-sah aja. Namun yang disayangkan adalah, dari banyak orang yang pingin kaya, pinginnya cuma sekedar pingin. Mereka berusaha mati-matian mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya tanpa makna, tanpa niat baik. Padahal sudah jelas, pada saat kita niatnya cuma cari uang, ya cuma uang yang didapet. Pada saat kita niatnya cuma cari uang, ya cuma uang yang didapet. Diulang biar dramatis.

Padahal, uang itu ga bisa, jadi parameter kebahagiaan dan sumber kebahagiaan kita. Banyak yang karena hartanya terhambur, anak-anaknya jadi terfasilitasi macem-macem, jadi susah didiknya. Banyak karena dirumahnya kosong, ga ada tivi, komputer, pees, apalagi facebook. Anak-anaknya hiburannya cuma buku-buku pinjaman, malah jadi pintar, bermanfaat untuk orang-orang.
Punya 10 mobil, emang bisa dipake semuanya sekaligus? Punya rumah besar, tetep aja horor kalo anggota keluarga pada ga ada, pulang-pulang mabuk habis dugem, marah-marah, tengkar. Nyamankah hidup seperti itu? Kerja mati-matian, dari pagi sampai malam, ga pernah ketemu keluarga, apa bedanya dengan 'diperbudak dunia'? Mending kalau memang berhasil mendapatkan, nyatanya kebanyakan golongan menengah yang menghabiskan hidupnya untuk bekerja, akhirnya ya gitu-gitu aja.

Disisi lain, ada lho, ga sedikit malah, orang yang 'dilayani dunia'. Apa yang mereka butuh, dengan mudah didapat. Disaat mendesak, selalu saja ada jalan. Butuh tempat untuk acara? Tiba-tiba ada yang nawarin. Butuh akses ke suatu tempat? Tiba-tiba kawan lama yang punya akses 'kebetulan ketemu' di jalan. Bahkan butuh pesawat jet sekalipun, bisa didapat. Banyak orang yang seperti ini, 'dilayani dunia'.

Kuncinya apa? Niat.

Orang-orang seperti ini berhasil, bukan hanya karena banting-tulangnya mereka di kantor, bukan hanya karena gelar-gelar yang mereka kumpulkan, bukan hanya karena bussiness plan mereka yang bagus, dream yang besar, network yang kuat, modal besar, atau apapun. Tapi juga karena niat mereka.

Kebanyakan pingin kaya ya sekedar pingin kaya. Pas ditanya lebih dalam, bingung. Mau ngapain?
Akhirnya kayak cerita-cerita diatas. Karena bingung, kacau deh kehidupan dan keluarga.
Banyak juga orang pingin kaya hanya tergiur dengan yang namanya Financial Freedom, Time Liberation. Terus kalo udah bebas waktu, mau ngapain? Main game online seharian? Nonton Blu-Ray 10 keping sehari? Ngabisin waktu di depan Monitor? Mau ngapain?

Kalo seseorang niatnya udah baik, pasti bisa jawab pertanyaan diatas. Punya uang banyak, bikin fasilitas umum. Punya Time Liberation, buat ngisi training-training atau jadi konselor untuk kemajuan bangsa. Punya Financial Freedom, buat bikin sekolah atau rumah sakit gratis tanpa musingin pemasukan darimana. Punya banyak perusahaan, biar orang-orang bisa gampang dapet kerjaan, dan lain-lain. Dan itulah yang bikin mereka lebih mudah dapet rezeki, Allah lebih mudah membukakan keran rezeki untuk mereka.

Ad-du'a, berdoa, asal katanya an-nida, berseru. Doa itu menyerukan permintaan. Bahasa inggrisnya, 'Propose', meminta, melamar, 'Propose', diserap ke bahasa, jadi proposal. Kalau kita minta dana ke sebuah instansi, harus pakai proposal kan?
Bayangin deh, kalau kita minta, 10 Milyar aja misalnya. Dan begitu ditanya, 10 Milyar buat apa, kita jawabnya, "Pingin aja pak, bapak ga usah banyak tanya deh". Mana mungkin dikasih?
Ngasih proposal itu, harus jelas komponennya, untuk apa? Apa yang mau dibeli? Manfaatnya apa?
"Saya mau riset pak, butuh 10 M, tapi bapak kasih dananya aja dulu, kalo udah, nanti saya pikirin buat beli apa aja." Ga akan mungkin dikasih kan?
Hati-hati kalau kita berdoa, "Ya Allah, lancarkan rezeki saya, kasih saya kerjaan, atau kasih saya ilham bisnis, atau apapun."  Tapi mau ngapain? Yakin Allah ngasih kalau cuma minta gitu aja? 

Harusnya niat ini yang kita dengung-dengungkan, mau apa kita dengan yang kita minta sama Allah.
"Ya Allah berikan saya rezeki." 
Terus untuk apa? Mau dipake apa aja? Muncratnya kemana aja?
"Ya Allah jodohkan saya dengannya."
Terus mau ngapain? Mau bikin keluarga yang gimana? Mau dibawa kemana tuh jodoh?
"Ya Allah, saya ingin ini, itu, dsb"
Apa gunanya? Yakin butuh? Butuh seberapa banyak?
Jawab sebanyak mungkin pertanyaan, bahkan terus kembangin proposalmu, semakin bagus proposalnya, semakin besar di-acc tuh doa.

Dan jangan lupa tunjukkin, setiap dapat rezeki, sekecil apapun, jalankan niat baik kita. Siapa tau itu baru kucuran rezeki tahap satu, buat ngetes sejauh mana niat baik kita. Kalau kita bener pake untuk kebaikan, Insya Allah tahap-tahap selanjutnya bakal di-acc sama Allah. Bakal ngerasain tuh, nikmatnya 'dilayani dunia'. Kalo nggak? Jangan harap deh.

Kalau proposalnya, niatnya, baik dan jelas, Allah ga akan segan-segan ngasih apapun, bahkan dikasih yang jauh lebih baik.
 
Semoga memberikan manfaat, terutama bagi saya sendiri.

Jika apa yang akan saya kemukakan ini benar, berarti kebenaran itu semata-mata dari Allah dan hanya milik-Nya segala puji. Jika tidak demikian, maka hanya kebaikanlah yang sebenarnya saya inginkan. Kuasa Allah-lah dalam segala urusan, sebelum dan sesudahnya.

Augie Reyandha Giuliano
Bandung, 6 September 2012

5 komentar:

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIIM...Mulai Menjalankan program baruuu